Sunday, February 20, 2011

Muhammad Yahya Harlan: Siswa SMP Pembuat Situs ala Facebook, Saling Sapa



Hebat! Seorang bocah pemalu berusia 13 tahun dan masih duduk di kelas 1 SMP Sekolah Alam Bandung yang bernama Muhammad Yahya Harlan memperkenalkan situs jejaring sosial SalingSapa bersama ayahnya.

Putra dari Yan Harlan, lulusan Arsitektur ITB ini menjadi anak muda pertama dan termuda yang membuat situs jejaring sosial khusus muslim di Indonesia. Sejak usia 2 tahun, Yahya memang menyukai komputer. Selain itu, ia juga suka akan robot.

Salingsapa.com adalah situs yang dibuat atas dasar kewajiban Islam untuk bersilaturahmi. Banyak silaturahmi banyak rezeki, dan SalingSapa bertujuan untuk membantu mempermudah itu. Kelebihan SalingSapa adalah memiliki berbagai konten islami, seperti fitur Al-Quran (di fitur ini kita bisa dipandu agar membaca Al-Qur’annya baik dan benar), fitur khazanah (fitur ini berisi tentang dakwah islami), dan fitur radiosalingsapa (radio yang berisikan siaran islami).

SalingSapa ini memang terlihat seperti facebook, karena memang situs ini dibangun untuk memberikan alternatif media social network kepada muslimin dan muslimat untuk menggunakan sarana pertemanan/jejaring sosial milik sendiri.



SalingSapa.com yang dirilis pada 1 Muharram 1423 H atau 7 Desember 2010 ini memang masih dalam tahap pengembangan (development) namun sudah diakses lebih dari 46 negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Norwegia dan Malaysia, dengan hit 11 juta-an dan telah memiliki lebih dari 140.000 member.

SalingSapa memiliki server sendiri di Jakarta sehingga bisa diakses dengan lebih cepat (untuk melihat/mengunggah foto atau naskah. Khusus video masih menumpang di Youtube) dan memiliki kontrol penuh dalam hal data member, serta konten yang di-upload. Konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam jelas akan bisa dihilangkan dengan mudah.

Sekalipun baru berusia 6 tahun, di SalingSapa boleh mendaftar. Beda dengan Facebook yang membatasi usia pendaftar, dimana anak-anak yang ingin punya account di facebook ‘terpaksa’ harus berbohong mengenai usia ketika melakukan registrasi.

SalingSapa.com ini akan terus dikembangkan sehingga bisa menjadi situs silaturrahmi yang menarik, dan para pengakses SalingSapa mendapat manfaat yang banyak dari sisi pencerahan spiritual, mengkaji ilmu agama, dan bertukar fikiran dengan para sahabat.

lihat videonya di TVone

Sumber: Kaskus (komikusunda), Salingsapa.com, TVone

Thursday, January 13, 2011

Jejak Mimpi

Assalamualaikum r2j3-ers…


Saya hanya ingin berbagi film yang mungkin akan menambah semangat kalian untuk meraih mimpi…

Mungkin ada yang pernah menonton film pendek ini?

Tapi saya yakin siapapun yang sudah nonton film ini nggak akan bosan untuk nonton dan nonton lagi..

Tapi jangan ditonton terus, coba yuk kita ikuti kisah ini…


Mungkin kalian heran kok dapat beasiswa di luar negeri saja segitu bangganya..


Karena memang, di negeri kami, beasiswa untuk sekolah di luar negeri amat sangat langka dan hanya orang yang punya kemauan keras & bersungguh2 yang bisa mendapatkannya..

***

Saya jadi teringat mimpi2 yang pernah kalian tulis di atas ‘kertas mimpi’ (bener nggak?saya lupa apa namanya) di malam terakhir rangkaian acara R2J3. Mungkin saat ini belum tercapai, tapi saya yakin kalian sedang melangkah kearah itu…

Kalau2 nanti salah satu mimpi kalian tercapai, jangan sungkan untuk berbagi kisah kalian ya di blog ini..walaupun kalian sudah punya blog masing2, nggak salah kan meramaikan kembali blog ini?

Saya yakin, blog ini hadir bukan hanya sebagai penghias atau pelengkap program r2j3 ini, karena saya melihat dengan kalian berbagi pengalaman di blog ini, bisa menjadi motivasi yang sangat baik dalam meraih mimpi2 kita semua…

Semangat!

-salam hangat dari Indonesia-



Saturday, May 1, 2010

Belajar Islam di Bantar Gebang, Jawa Barat.

Assalamualaikum. Sudah lama tak bercoret di sini. seiring dengan betapa lamanya tidak bersua dengan teman-teman perjuangan.

Dalam kesibukan kita dengan agenda hidup masing-masing, ingin sekali dikongsikan serba sedikit pengalaman ana di Jawa tahun lepas(sebenarnya ditulis setahun lepas,cuma hanya tersimpan kemas di folder laptop.Rugilah kalau hanya begitu)
Mungkin pengalaman simple. Tapi bagi saya, sangat membantu diri untuk terus berusaha menimba ilmu lagi-lagi di alam selepas sekolah yang penuh cabaran ni~.


Oh, Syurgaku Bantar Gebang !

Maaf,kali ini saya terlalu berlebihan kerana sesuka hati menyandarkan Bantar Gerbang dengan ‘Syurga’.

Kenapa ?
Sungguh, saya sangat teruja melihatkan penduduk-penduduk di sini. Wajahnya tersangat ceria membahagiakan. Ya, memang ceria tambah membahagiakan.
Sentiasa saja terpancar senyuman manis dari wajah mereka, tak kiralah, kanak-kanak sekolah, remaja, dewasa, mahupun yang sudah lanjut usia. Semuanya tersenyum bahagia !

 Siapa tidak teruja, bahagia dan cerianya wajah mereka, seolah-olah mereka sedang tinggal di suatu kawasan nan indah laksana syurga, menikmati suasana yang nyaman lagi harmoni. Seakan-akan tiada langsung kegundahan hati mahupun emosi. Seakan-akan mereka sudah mencukupi segala keperluan. Memang seperti syurgalah.

Tetapi hakikatnya, mereka sedang tinggal di satu perkampungan sampah yang amat luas. Buat pertama kalinya dalam hidup, saya melihat dengan mata kepala sendiri kawasan pengumpulan sampah sebesar ini. Lebih hebat lagi, terdapat banyak bukit bukau beraneka warna yang menghiasi kawasan ini. Apa lagi kalau bukan bukit-bukau sampah. Bagi  sesiapa yang pernah menonton filem “Slumdog Millionaire” yang sudah memenangi 6 anugerah Oscar itu, pasti boleh memahami dan membayangkan suasana dan landscape perkampungan sampah di Bantar Gebang ini.

Saya turut terkejut bila diberitahu kebanyakan bukit-bukau tinggi nan menghijau di kawasan ini adalah hasil daripada timbunan-timbunan sampah(mungkin berjuta-juta tan) lama yang akhirnya terbina sebuah bukit tinggi dan akhirnya muncul tumbuhan-tumbuhan yang menghijau menyelimuti bukit-bukau tersebut. Wah, siapa sangka dari secebis sampah bisa saja menjadi sebuah bukit indah. Subhanallah.

+++++++++++++++

Suatu pagi indah di Bantar Gebang,

“Bang, sebentar lagi kita akan ‘menyarik’ (mencari dan mengumpul bahan recycle) di atas bukit itu”
Kata Mantri, (salah seorang kanak-kanak yang tinggal di sana)pada saya ketika kami sedang berjalan menuju ke rumahnya sambil menikmati keindahan pemandangan dan bau yang mengasyikkan di syurga ini. Yang menariknya, rumahnya betul-betul bersebelahan dengan bukit sampah  terbesar yang masih fresh! Hanya jalan kecil yang memisahkan.

Pada awalnya, saya bersikap acuh tidak acuh dengan kata-katanya. Saya hanya menganggap Mantri mahu bergurau untuk menghilang kekosongan ketika berjalan jauh menuju ke rumahnya.

Wah, belum sempat saya melegakan kejutan kerana melihat rumah Mantri yang sangat Dha’if( rumah yang hanya bermodalkan bahan-bahan buangan), saya sekali lagi terkejut pabila Mantri memberikan saya peralatan lengkap siap beg untuk kerja menyarik lantas tanpa membuang masa beliau mengajak saya kearah bukit besar sampah yang beliau katakan tadi.
Sangkaan pertama saya meleset sama sekali. Ya, memang kata-katanya untuk mendaki dan menyarik di atas bukit sampah itu benar sekali. Rupanya bukan saya seorang yang kena, tapi kesemua Sahabat-sahabat saya yang lain turut sama bekerja, menerima nasib yang sama.
Memang kerja menjadi seronok tak terkata pabila dikerjakan bersama lagi-lagi bersama teman-teman dan adik-adik istimewa

Subhanallah. Beginilah kerja seharian mereka si anak muda di sana. Pagi harinya pergi  menyarik dan sebelah petang pula ke sekolah menuntut ilmu.
Jauh di sudut hati, saya cukup terharu dan taajub melihatkan keadaan mereka.

Tabah. Tidak mengeluh. Inilah 2 sifat yang cukup ketara yang saya perhatikan dalam diri mereka. Bayangkanlah, kerja meyarik bukan calang-calang kerja. Sungguh mencabar. 1kg bahan recycle(plastic/PVC) yang terkumpul, hanya mencecah lebih kurang RM0.30. Ini baru aspek keuntungan. Belum saya ceritakan halangan-halangan dan risiko-risiko untuk kerja menyarik ini.

Sungguh dalam diri mereka, kanak-kanak syurga Bantar Gebang dan seluruh penduduk amnya terdapat nilai-nilai yang patut saya contohi. Saya akui, nilai-nilai yang mereka praktikkan itu, tak lain tak bukan adalah nilai Islam. Indahnya hidup, cerianya hidup,Bahagianya hidup apabila nilai Islam diterapkan dalam diri dan dipraktikkan meskipun aspek material  sungguh dhoif menyedihkan. 

*p/s: tidak segan ke dgn mereka? tiada alasan untuk berputus asa dalam kehidupan di Malaysia yang cukup selesa

Saturday, February 6, 2010

Luruskan niat

Khususan buatmu...

(bersebelahan masjid Bandung Playen..."siapa namanya?")

susurlah tarbiyah tika peluang itu datang
dan,
manfaatkanlah ia sebelum segalanya pudar...

dari kaca mata realiti saat akhir jejak di nusantara...


monolog: adik2 r2j4 akan berangkat esok. Doakan perjalanan tarbiyah mereka...

Thursday, February 4, 2010

Untukmu Murobbi

http://abdullahmunir.blogspot.com/2010/02/untukmu-murobbi.html

Monday, January 25, 2010

Merindui Kalian Semua!!!





Assalamualaikum sahabat3 sekalian...
Apa khabar?
Sudah lama kita semua tak bersua...
Semakin hari,
diri ini semakin merindui kalian....
Bila nak buat reunion???

Tuesday, December 8, 2009

biar peluh ini menjadi saksi...


masakan ini untuk mereka di jawa...


ibarat Hassan Al-Banna menyusun kerusi...



pagi itu semakin cerah bila tidur kami disimbah air...


berehat seketika...






untuk setiap sen ...


mujur ada kawan menghulurkan bantuan ... dan memberi sokongan...

Blogger Templates by OurBlogTemplates.com 2007